dengan Kalangan yang suka
“MENYESAT dan MENGKAFIRKAN” pihak yang lain
Diceritakan….
Suatu kali Imam Abu Haniifah sedang duduk-duduk di halaman teras mesjid. Sambil membaca dan mutholaah Kitab. Tiba-tiba beliau kedatangan 3 (tiga) orang dari kalangan yang suka “MENYESAT dan MENGKAFIRKAN” pihak yang lain. Diantara mereka bertanya, “Hei Abu Haniifah, kami ingin bertanya kepadamu. Sekiranya engkau dapat menjawab selamatlah engkau. Tapi jika tidak berarti engkau berada dalam kecelakaan”. Sambil mengusap-ngusap pedang yang dibawanya.
Seperti halnya manusia seperti kita, Imam Abu Haniifah pun merasa takut dan gemetar. ” Baik, Apa pertanyaan kalian. Sehingga membuat ancaman kepadaku. Jawab Imam Abu Haniifah.
“Ada orang yang Berzina, Minum Arak dan telah membunuh. Kemudian Mereka Mati . Apa mereka KAFIR dalam pandanganmu ? Demikian salah pertanyaan dari satu orang dari mereka.
Imam Abu Haniifah pun kembali bertanya.
“Dari kalangan manakah mereka?”Apa mereka seorang majusi?’
“Bukan” Jawabnya
“Apa mereka Yahudi”? Tanya Imam Abu Hanifah
“Bukan Pula”.
“Ataukah seorang Nasrani”
“Tidak”, Jawabnya
“Lantas dari manakah mereka”?
Imam Abu Haniifah kembali bertanya.
Salah satu dari mereka yang menemui Imam Abu Haniifah menjawab,
“Mereka adalah dari golongan Muslim”.
Imam Abu Haniifah kemudian berkata,”
“Kalian telah mengetahui, bahwa orang yang mati tersebut adalah MUSLIM bukan KAFIR..
Ketiga orang tersebut terdiam.Rasa Malu menyelimuti mereka. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Imam Abu Haniifah Tanpa menolehnya kembali. ( dari sebuah Majalah Islam ternama )
ditulis dan diolah kembali oleh :
Muhammad Rachmat
—————————————
@Hak Tulis ada pada penulis ”
” TERLARANG “, untuk mengutipnya