Dalam majalah Salafy edisi 5 tahun 5 , Dalam artikel yang berjudul , “Saya Merindukan Ukhuwwah Imaniyah Islamiyah” , Ustadz Ja’far Umar Tholib menulis :
“…Saya lupa dengan keadaan yang sesungguhnya mayoritas ummat di Indonesia yang tingkat pemahamannya amat rendah tentang Islam. Saya saat itu menganggap tingkat pemahaman ummatku sama dengan tingkat pemahaman murid-muridku. Akibatnya ketika saya menyikapi penyelewengan ummat dari As-Sunnah, saya anggap sama dengan penyelewengan orang-orang yang ada di sekitarku yang selalu saya ajari ilmu. Tentu anggapan ini adalah anggapan yang dhalim. Dengan anggapan inilah akhirnya saya ajarkan sikap keras dan tegas terhadap ummat yang menyimpang dari As-Sunnah walaupun mereka belum mendapat penyampaian ilmu Sunnah. Sayapun sempat menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin adalah Ahlul Bid’ah dan harus disikapi sebagai Ahlul Bid’ah. Maka tampaklah Dakwah Salafiyyah yang saya perjuangkan menjadi terkucil, kaku dan keras. Saya telah salah paham dengan apa yang saya pelajari dari kitab-kitab para Ulama’ tersebut di atas tentang sikap Ahlul Bid’ah. Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak.”
Kutipan dari sebuah situs. dikelola kembali oleh :
Redaktur Mimbar Pemuda Tamaddun
IM back 9 berkata,
Desember 17, 2007 @ 11:10 pm
Ebook Membongkar Keyakinan para salafi, unduh disini:
http://al-ilmu.net/kajian-islami-online/download/filesdl/LAIN-LAIN/Artikel-artikel%20dalam%20CHM/buletin-bandung-v2.01.zip
dimas berkata,
Desember 23, 2007 @ 8:56 am
menurut informasi yang saya tau ja’far umar tholib memang sudah lain dari yang dulu karena dia sekarang berdakwah karena uang bukan karena ALLAH SWT.dan sekarang banyak orang yang bilang bahwa di telah medzalim saudara-saudaranya.dan yang paling penting dia dianggap orang yang mengerti kitab tp seperti orang buta dan semua itu karena UANG(ini saya bicara sesuai fakta)
ronibudianto berkata,
Januari 7, 2008 @ 11:31 pm
Bagaimanapun beliau adalah salah satu Ustad pertama penyebar salafi di Indonesia, jasanya banyak dalam penyebaran salafi di Indonesia, Wallohualam bisshowab.
abu ziyad berkata,
Mei 2, 2008 @ 7:47 am
Alhamdulillah,Allah lah, Sang Maha Pemberi petunjuk dengan melembutkan hati hamba-Nya.Dai “salafy” wajib berakhlak salafy terhadap sesama muslim.
Mukhtar Hasan berkata,
Juli 3, 2008 @ 11:31 am
walaupun dia yang memulai memebarkan dakwa salafi di indonesia, namun amalannya mungkin terkikis atas tindaknnya yang menyalahi sunnah.
abul hasan berkata,
Oktober 16, 2008 @ 7:36 am
Masya Allah… ust. Ja’far Umar Thalib terlibat kekerasan lagi dalam konflik hizbiyyah, ashobiyah, antara Al -Irsyad resmi dan Al-Irsyad ilegal… wah-wah-wah. Bikin pusing, katanya ruju’ pada al haq dan taubat ….
http://fakta.blogsome.com/2008/10/05/jut-jafar-umar-taubat-1/
BADAR berkata,
Oktober 17, 2008 @ 1:39 pm
bismillah
di jaman ini banyak FITNAH (din),khususnya di indonesia banyak sekali orang2 yang mengaku nabi di beri hukuman yang sangat ringan.dan juga banyak dai2 sempalan di layar televisi bermodalkan lisan yang memukau tuk mencari nafkah (dai amplop).
begitu banyak umat islam yang awam,yang jauh mengenal ilmu agama yang tidak sanggup lagi memilah milah mana yang HAQ dan mana yang BATHIL (bid’ah).
bertebaranlah PARTAI2 berazaskan ISLAM,seolah olah merekalah berjuang di agama ini hampir semua tidak mengetahui.
padahal mereka kader2 PARTAI ISLAM,tujuan hanyalah DUNIA mencari nafkah menjual agama slogan2 palsu tuk mengelabui umat islam tuk mencapai dukungan yang penuh.
mereka anggap DAKWAH tauhid,menghalangi perjuangan mereka seolah olah mereka berJIHAD di medan perang.
hakikat JIHAD mereka kaburkan dengan menTAKWIL jihad parlemen dengan JIHAD di medan perang sama.
padahal mereka tidak mengetahui JIHAD MUNAFIQUN adalah JIHAD para ulama rabbaniyin.
Membantah orang-orang munafiq dan para pembawa kebatilan termasuk bagian daripada jihad fisabilillah. Allah dengan tegas memerintahkan kepada Nabi-Nya:
يا أيها النبي جاهد الكفار و المنافقين و اغلظ عليهم، و مأواهم النار و بئس المصير
Wahai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafiqin, serta bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat tinggal mereka adalah jahannam, dan itu sejelek-jelek tempat tinggal [At Taubah:73]
Al Imam Al Mujahid Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata: “Jihad melawan munafiqin ini lebih berat daripada jihad melawan orang-orang kafir. Jihad ini merupakan jihadnya orang-orang khusus dari umat ini, yaitu para ‘ulama pewaris para nabi. Maka orang-orang yang tampil menegakkan jihad jenis ini hanyalah segelintir orang saja, demikian juga orang yang mau membantu mereka hanya sedikit saja. Namun demikian, meskipun secara jumlah mereka itu sedikit, mereka sangat besar kedudukannya di sisi Allah.” –sekian dari Ibnul Qayyim-
Al Imam Al Harawi meriwayatkan dengan sanad beliau dari Nashr bin Zakariya ia berkata: Saya mendengar Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli berkata: “Saya mendengar Yahya bin Yahya berkata: “Membela Sunnah lebih utama daripada jihad fi sabilillah!” Muhammad bin Yahya berkata (keheranan): “Seorang mujahid telah menyerahkan hartanya, mengerahkan kekuatannya dan berjihad di jalan Allah, lantas (bagaimana mungkin) pembela sunnah itu lebih utama daripadanya?”
“Benar, bahkan (pembela sunnah) jauh lebih utama!” jawab Yahya [Dzammul Kalam lembaran A-111].
dengan sering mengembar gemborkan JIHAD lewat demo2 di jalan,tidak pernahlah kalian berpikir atau mengkoreksi diri dari perbuatannya yang menyelisihi sunnah nabi shallallahu alaihi wa salam,dan mereka mendustakan AGAMA menyeret2 agama ini ke lubang kebinasaan (demokrasi ala kuffar) seolah olah agama (TAUHID) ini tujuannya hanya untuk bikin PARTAI.
wallahu musta’an di antara mereka ada orang2 yang berpendidikan,pernah mengenal SUNNAH dan mereka juga menjauhi SUNNAH ini dari umat islam.orang itu di tugaskan tuk mencounter orang2 yang mengHUJJAH firqahnya.
Ishaq ibnu Ath-Thiba’ rahimahullahu berkata: Aku mendengar Hammad bin Salamah rahimahullahu berkata:
“Barangsiapa mencari (ilmu, -pen.) hadits untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuat makar atasnya.”
umat islam mangkin bingung dari komentar2 satu sama lain yang menganggap dirinya yang paling benar.
demi allah azza wa jalla tidak ada sanggup semua umat islam yang beri beban tuk MENELAAH antara HAQ dan BATHIL di antara kedua duanya mengunnakan DALIL hanya orang2 tertentu saja yang membedakan TAKWIL.
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam kitabnya Al-Majmu’: “Shalat yang dikenal dengan istilah shalat Ar-Ragha`ib yaitu shalat 12 rakaat yang dilakukan antara Maghrib dan ‘Isya pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab dan shalat pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak seratus rakaat, keduanya adalah amalan bid’ah dan mungkar. Janganlah tertipu karena disebutkannya dua jenis shalat ini dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya` ‘Ulumuddin. Dan jangan pula tertipu dengan hadits-hadits yang tersebut di dalam dua kitab tadi. Karena sesungguhnya semua itu batil.”
sebuah contoh di atas perselisihan,semua di antara mereka mengunakan dalil,membuat umat islam sulit tuk menilai mana yang BATHIL mana yang HAQ?semuanya mengunakan dalil.
makanya pentingnya umat islam menuntut ilmu agama karena menuntut ilmu agama adalah wajib.
Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullahu berkata:
“Menuntut ilmu yang merupakan perkara yang wajib dan sunnah yang sangat ditekankan, namun terkadang menjadi sesuatu yang tercela pada sebagian orang. Seperti halnya seseorang yang menimba ilmu agar dapat berjalan bersama (disetarakan, -pen.) dengan para ulama, atau supaya dapat mendebat kusir orang-orang yang bodoh, atau untuk memalingkan mata manusia ke arahnya, atau supaya diagungkan dan dikedepankan, atau dalam rangka meraih dunia, harta, kedudukan dan jabatan yang tinggi. Ini semua merupakan salah satu dari tiga golongan manusia yang api neraka dinyalakan (sebagai balasan, -pen.) bagi mereka.”
(An-Nubadz fi Adabi Thalabil ‘Ilmi, hal. 10-11)
demi allah ini murni dari tulisan ana,sebagian mengutip perkataan2 ulama salaf…………tidak ada satu katapun mengambil dari orang lain.walhamdulillah…….
abu faruq berkata,
November 18, 2008 @ 12:42 pm
assalamu’alaiku…..
maha besar dan maha suci ALLOOH
salawat buat mukhammad rosullullooh.
inikuntu minadholimin
astagfirulloohaladzim.
sungguh aku lupa dengan kesalahan saudaraku
karena aku banyak memikirkan dan mengkhawatirkan
amalanku sendiri.setiap saat aku menangis memikirkan kalau kalau
amalanku di tolak ALLOOH.mari kita bangun diri dan keluarga jangan dulu usil
dgn yang lainya. karenaketika kita menunjuk”"”"”" kita lupa bahwa
4(empat jari menujuk diri sendiri.
davikun berkata,
Februari 21, 2009 @ 1:01 pm
Assalamu’alaikum
ana tidak sependapat dengan antum semua, kesalahan sauadara kita, kitalah yang harus menasehati. keberukan yang ada pada saudara kita mari kita luruskan bersama-sama karena kita bersaudara sesama manhaj salafy.
tidak panta kita mencela, kita ini hamba Allah yang membutuhkan Rahmat-Nya, kita sebagai penuntut ilmu seharusnya sebagai penengah dan tidak berpihak pada siapapun, kita manusia sudah pasti punya salah.
menurut ana, beri beliau kesempatan untuk bertaubat, dan memperbaiki apa yang telah dilakukanya di masa lalu.
sebagai penuntut ilmu, kalau beliau mau berubah dan bertaubat ya syukur Alhamduliillah , artinya saudara kita sudah dimudahkan jalanya dan diluruskan kembali jalanya.
mencela, mencaci tidak baik dan bukan akhlak ikhwa salafy .
sebagai penuntut ilmu Assunnah ya dengan sunnah nabi cara meluruskan dan memperbaikinya. bukan dengan cara-cara jahiliyah.
wasalam afwan
androlee berkata,
Agustus 16, 2009 @ 5:17 am
jangan lupa degan saudara anda ya ustads jangan memberi yang tidak adil dengan istri-istri anda jangan sering ghibah